Back to blog

Apa itu Artificial Intelligence?

May 21, 2019 | by admin

Pernah menggunakan aplikasi dan memulai obrolan chatting dengan Google Assistant, Cortana dan Siri? Bagi pengguna telepon pintar berbasis Android, Windows dan iOS pasti sudah tidak asing lagi mendengar personal assistant diatas.

Tapi tahukah Anda bahwa terdapat otak berbasis mesin yang menjadi penggerak dari kecerdasan itu semua?

Artificial Intelligence (AI) atau dikenal dengan kecerdasan buatan merupakan sebuah teknologi komputer atau mesin yang memiliki kecerdasan layaknya manusia. Agar lebih mudah dipahami, kecerdasan buatan ini mampu memahami, belajar dan bertindak sesuai dengan informasi dan pengetahuan yang diinput sendiri oleh manusia.

Dengan kata lain, kecerdasan buatan bisa juga dikatakan sebagai bentuk transfer ilmu atau pengetahuan yang dimiliki oleh otak manusia untuk diadaptasi ke dalam sebuah sistem komputer. Tentunya, hal ini mampu membantu kehidupan manusia menjadi lebih mudah, bukan? Dengan mentransfer sebagian ilmu, kapasitas otak manusia mampu dituntut untuk memikirkan hal-hal yang lebih kreatif lainnya dan tidak terpaku pada kegiatan mendasar saja, karena sudah mampu dilakukan oleh komputer.

Jika melihat sekeliling, sebenarnya manusia sudah bersentuhan langsung dengan kecerdasan buatan. Bahkan telepon pintar yang dimiliki oleh semua orang saat ini, menjadi media terefektif bagaimana kehidupan manusia menjadi sangat dekat dengan teknologi AI.

Asisten virtual, mesin pencari, games, smart home dan smart car yang sudah populer di dunia menjadi salah satu cetakan dari kecanggihan sebuah teknologi AI. Tak hanya itu, contoh terdekat yang setiap hari kita gunakan aplikasinya untuk berkomunikasi dengan orang lain juga telah dirambah oleh teknologi AI, yakni aplikasi chatting.

Aplikasi chatting, terutama yang telah menggunakan chatbot menjadi contoh terdekat dari penerapan teknologi AI. Chatbot dan personal assistant seperti yang sudah dicontohkan sebelumnya, mampu membalas secara otomatis pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan oleh manusia terkait topik yang ingin mereka tanyakan.

Dalam penerapannya di chatbot, teknologi AI membantu chatbot untuk menjawab atau menentukan sendiri keputusan apa yang akan di ambil berdasarkan input yang sudah direkam di dalam percakapan. Tak perlu khawatir, karena input yang dimasukkan ke dalam chatbot sudah terlindungi, di dalam sebuah sistem database berbasis cloud.

Kemajuan ini tentu menjadi terobosan yang terus berkembang, terlebih jika kita membayangkan penerapan teknologi AI di Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan pionir yang mendukung kemajuan Teknologi Informasi di Indonesia, BOTIKA terus berkontribusi dalam penerapan teknologi AI di Indonesia. Terlebih, penerapan AI ini juga disesuaikan dengan penggunaan bahasa Indonesia. Chatbot bahasa Indonesia dalam hal ini, menjadi langkah awal menuju penerapan teknologi di Indonesia yang lebih maju.

AI pada dasarnya menjadi topik yang tidak ada habis-habis untuk diperbincangkan. Selain karena cakupan dan penerapannya yang sangat luas, metode teknologi AI juga memiliki sistem kemampuan yang beragam. Dalam hal ini, perusahaan Indonesia seperti BOTIKA telah mengadaptasi beberapa metode yang diterapkan dalam chatbot bahasa Indonesia-nya.

  1. Machine Learning (ML)

Sistem yang menjadi salah satu cabang dari AI ini, dapat belajar dari sebuah pengalaman. Sistem ini mampu menemukan pola dalam satu set data, dengan kata lain dapat memprediksi apa yang akan dijawab oleh komputer. Yang membedakan dengan sistem lain, Machine Learning diajarkan pola tertentu oleh manusia berdasarkan contoh, bukan memprogramkannya dengan rules tertentu.

Contoh penerapan-nya adalah bagaimana sistem ini mampu merekognisi gambar (image recognition). Jika kita memfoto kartu identitas seperti KTP, sistem Machine Learning akan membantu kita untuk memindahkan data tulisan yang ada di KTP dan bisa mencocokannya dengan database kependudukan yang ada. Menarik bukan?

Tak hanya itu, Machine Learning juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi suara (Speech Recognition), diagnosa kesehatan (Medical Diagnosis), layanan perbankan (Financial Services) hingga mengklasifikasi dan memprediksi sesuatu.

  1. Natural Language Processing (NLP)

Salah satu rangkaian dari AI yang fokus untuk memahami dan memproses bahasa manusia dapat kita sebut sebagai NLP. Bisa dikatakan juga bahwa sistem ini membuat komputer menjadi lebih humanis, karena mampu berbahasa dengan bahasa manusia.

Contoh penerapan NLP yang terdekat dengan kita adalah bagaimana chatbot bahasa indonesia mampu membalas pertanyaan, dengan menggunakan bahasa indonesia pula. Kemampuan tanya jawab ini menjadi contoh termudah dari penerapan NLP. Tak hanya itu, NLP juga memiliki kemampuan untuk mentranslasi bahasa, melakukan analisis sentimen (Sentimen Analysis) dan sistem temu balik informasi (Information Retrieval).

Beragamnya bahasa di dunia juga menjadi acuan dari BOTIKA untuk menciptakan NLP Bahasa Indonesia agar lebih mudah dipahami oleh penduduk Indonesia. Membahasakan dan menyesuaikan teknologi AI agar lebih familiar dengan penduduk Indonesia, tentu menjadi keuntungan lebih yang dimiliki oleh perusahaan AI asal Indonesia, layaknya BOTIKA.

Jadi, apakah Anda sudah memiliki gambaran mengenai kecanggihan teknologi AI?

Recommended Article