Back to blog

Bagaimana Natural Language Processing (NLP) Membantu Kehidupan Manusia?

May 28, 2019 | by admin

Familiar dengan mesin penerjemah seperti Google Translate? Jika iya, berarti Anda telah menggunakan salah satu kecanggihan dari teknologi Artificial Intelligence (AI), Sobat BOTIKA!

Teknologi yang salah satu pengaplikasiannya digunakan untuk menerjemahkan bahasa di Google Translate tersebut, dinamakan Natural Language Processing (NLP). NLP pada dasarnya membuat pembahasaan komputer menjadi lebih bersifat dinamis dan humanis, karena komputer berusaha untuk menyampaikan respon kalimat layaknya manusia. Hal ini tentu bertujuan, agar manusia lebih memahami respon spesifik yang diberikan oleh sistem komputer tersebut.

Karena berbasis linguistik, NLP dapat disesuaikan dengan bahasa dari masing-masing negara. Kebanyakan NLP yang umum dikembangkan adalah NLP dengan kemampuan Bahasa Inggris. Namun layaknya Google Translate, NLP seiring dengan berkembangnya waktu telah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia. Misalnya, NLP yang dikembangkan oleh BOTIKA, yakni NLP Bahasa Indonesia.

Berbicara tentang sebuah teknologi yang mutakhir seperti NLP, tidak afdol rasanya jika kita tidak menilik sedikit sejarah mengenai bagaimana NLP diciptkana pertama kali. Tonggak sejarah dibuatnya NLP pertama kali, dikembangkan oleh Alan Turing pada tahun 1950. Sebagai bapak ilmu komputer dan terkenal dengan Turing Test-nya, NLP lahir dari bagaimana Turing menciptakan tes yang mengukur kemampuan mesin komputer untuk meniru perilaku cerdas layaknya manusia.

Mekanisme dari Turing Test tersebut menunjukkan bahwa komputer memiliki kemampuan berkomunikasi yang mumpuni untuk berbicara dengan manusia. Hal ini tentu menjadi keuntungan positif yang dimanfaatkan seiring dengan perkembangan teknologi dan zaman untuk membantu kehidupan manusia. Dalam pengaplikasiannya, NLP memiliki kemampuan-kemampuan yang membantu kehidupan manusia menjadi lebih efektif, berikut contohnya.

 

  1. Question Answering Systems (QAS)

Pengaplikasian metode NLP yang terdekat dapat kita lihat dari chatbot bahasa Indonesia milik BOTIKA. Dengan kemampuan ini, NLP menjadi inti penggerak bagaimana sebuah bot dapat membalas pertanyaan, dengan menggunakan bahasa Indonesia.

 

  1. Summarization

NLP mampu membuat ringkasan dengan mengkonversi dokumen berbasis teks ke dalam sebuah file. Dengan begitu, teknologi ini memungkinkan manusia untuk bekerja lebih efisien ketika harus membaca ratusan dokumen.

 

  1. Machine Translation

Seperti yang sudah disebutkan di awal tulisan, Google Translate menjadi bentuk aplikasi dari penerapan NLP yang paling familiar dengan warganet zaman sekarang. Sistem ini memungkinkan komputer untuk memahami bahasa dan menerjemahkannya ke dalam bahasa lain.

 

  1. Speech Recognition

Jika Anda pernah menonton Jarvis dalam film Iron Man, pasti familiar dengan personal assistant yang mampu mengenali suara Tony Stark untuk memberikan instruksi tertentu. Layaknya Jarvis, BOTIKA saat ini juga tengah mengembangi sebuah teknologi yang bernama Widya Smart Speaker, Sobat BOTIKA.

Speech Recognition di dalam Widya Smart Speaker, memungkinkan speaker untuk melakukan sebuah aktivitas yang diinstruksikan secara lisan oleh pengguna. Contoh terdekat adalah bagaimana jika Anda ingin mematikan lampu? Menyalakan musik? Tak perlu repot lagi berjalan dan memencet tombol, komputer akan mengenali suara manusia dan melakukan instruksi sesuai perintah Anda.

 

  1. Document Classification

Teknologi klasifikasi dokumen pada NLP menciptakan sebuah sistem dimana manusia akan menjadi lebih mudah untuk melakukan filter atau mengatur sebuah dokumen. NLP disini sangat berperan jika Anda pernah mendengar tentang fitur-fitur seperti Article Classification dan Spam Filtering.

NLP pada dasarnya memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi dibandingkan dengan metode lainnya dari teknologi AI. Namun jika pengembangan teknologi NLP ini berjalan sukses, terlebih berkembang maju di Indonesia, akan sangat mungkin pekerjaan-pekerjaan mendasar manusia lebih cepat dikerjakan oleh komputer.

Dengan begitu, manusia akan ditantang untuk memiliki kreativitas dan inovasi yang lebih canggih dibanding sebuah sistem di komputer, sobat BOTIKA!

Recommended Article